Sabtu, 14 Juli 2018

KISAH MENANGISNYA SANG MEMPELAI PRIA SAAT MALAM PERTAMA, SEBUAH PELAJARAN BERHARGA BUAT YANG BELUM MENIKAH

Saat malam pertama? saya menangis, ? kata seseorang teman membuka kisahnya pada kami. Situasi santai mendadak berubah mendengar kalimat itu. Beberapa dari kami jadi tak sabar menanti kalimat selanjutnya. Kenapa seorang pengantin pria menangis pada malam yang semestinya membahagiakan?









?Mengapa kamu menangis di saat bahagia seperti itu?, ? pertanyaan salah seseorang rekan mewakili ketidaksabaran kami. ?Aku menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi, ? jawaHIDIPKUbnya seraya mencertakanlebih lanjut mengenai resepsi pernikahannya yang menelan biaya sangat besar sementara kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.Jadi, menikah itu tidak harus mahal. Tidak harus menyusahkan diri dengan berhutang banyak. Apalagi masalah mahar, di negeri ini dapat sangatlah dipermudah. Seperti Rasulullah sudah mempermudah para sahabatnya yang menikah. Yg tidak mempunyai banyak harta, Rasulullah cukup merekomendasikan mahar cincin, bahkan ada yang cincin besi. Yg tidak mempunyai lagi, cukup mengajari istrinya hafalan Al Qur?an. Bukankah sangat gampang?
Dalam Islam, walimah itu yang terpenting adalah i?lan-nya : pengumuman hingga orang-orang tahu kalau seorang muslim serta seorang muslimah sudah menikah, membuat satu buah keluarga baru.Jadi untuk Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kekuatan finansial. Janganlah berlebih-lebihan. Serta mudah-mudahan tak ada lagi pengantin yang menangis pada malam pertama karena terbebani biaya walimah serta tidak ada pemuda yang menahan-nahan pernikahan dengan argumen tak kuat memikul biaya walimah.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : KISAH MENANGISNYA SANG MEMPELAI PRIA SAAT MALAM PERTAMA, SEBUAH PELAJARAN BERHARGA BUAT YANG BELUM MENIKAH

Comments
0 Comments